Kamis, 31 Mei 2012

PENGRTIAN WACANA MENURUT AHLI BAHASA

Pengertian Wacana Menurut Beberapa Ahli Bahasa :

1.      Kamus Besar Bahasa Indonesia
Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan bahwa wacana merupakan kelas kata benda (nomina) yang mempunyai arti sebagai berikut :
a)      Ucapan; perkataan; tuturan;
b)      Keseluruhan tutur yang merupakan suatu kesatuan;
c)      Satuan bahasa terlengkap, realisasinya tampak pada bentuk karangan yang uttuh, seperti novel, buku, atau artikel.

Pada pengertian ketiga tidak jauh berbeda apabila dibandingkan dengan apa yang tertuang di dalam Kamus Linguistik susunan Harimurti Kridalaksana. Tampak pada batasan tersebut bahwa keutuhan atau kelengkapan makna di dalam sebuah wacana merupakan syarat penting yang harus dimilikinya. Di samping itu secara tegas dinyatakan bahwa wacana merupakan satuan bahasa terlengkap, wujud konkretnya berupa novel, buku, artikel, dan sebagainya.

2.      Aminuddin
Wacana adalah kesuluruhan unsur-unsur yang membangun perwujudan paparan bahasa dalam peristiwa komunikasi. Wujud konkretnya dapat berupa tuturan lisan maupun teks tulis. Lebih lanjut, ia menyatakan ruang lingkup analisis wacana selain merujuk pada wujud objektif paparan bahasa berupa teks, juga berkaitan dengan dunia acuan, konteks, dan aspek pragmatik yang ada pada penutur maupun penanggap.
3.         Soeseno Kartomihardjo
Soeseno Kartomihardjo menyatakan bahwa analisis wacana merupakan cabang ilmu bahasa yang dikembangkan untuk menganalisis suatu unit bahasa yang lebih besar daripada kalimat dan lazim disebut wacana. Unit yang dimaksud dapat berupa paragraf, teks bacaan, undangan, percakapan, cerpen, dan sebagainya. Analisis wacana berusaha mencapai makna yang persis sama atau paling tidak sangat dekat dengan makna yang dimaksud oleh pembicara dalam wacana lisan atau oleh penulis dalam wacana tulisan. Analisis wacana banyak menggunakan pola sosiolinguistik, suatu cabang ilmu bahasa yang menelaah bahasa di dalam masyarakat.

4.      Michael Stubbs
Stubbs  menyatakan bahwa analisis wacana merujuk pada upaya mengkaji pengaturan bahasa di atas kalimat atau klausa, dan karenanya mengkaji satuan-satuan kebahasaan yang lebih luas, seperti pertukaran percakapan atau teks tulis. Analisis wacana juga memperhatikan bahasa pada waktu digunakan dalam konteks sosial, dan khususnya interaksi atau dialog antar penutur.

5.      Jan Renkema
Renkema  mengemukakan studi wacana adalah disiplin ilmu yang ditekuni untuk mencari hubungan antara bentuk dan fungsi di dalam komunikasi verbal. Studi wacana merupakan disiplin ilmu linguistik yang bertujuan menyelidiki bukan saja hubungan antara bentuk dan makna, melainkan juga keterkaitan antara bentuk dan fungsi bahasa di dalam komunikasi yang menggunakan bahasa sebagai sarananya.

6.      Abdul Chaer
Wacana adalah satuan bahasa yang terlengkap, sehingga dalam hierarki gramatikal merupakan satuan gramatikal tertinggi atau terbesar. Wacana dikatakan lengkap karena di dalamnya terdapat konsep, gagasan, pikiran atau ide yang utuh, yang bisa dipahami oleh pembaca (dalam wacana tulis) atau oleh pendengar (dalam wacana lisan) tanpa keraguan apapun. Wacana dikatakan tertinggi atau terbesar karena wacana dibentuk dari kalimat atau kalimat-kalimat yang memenuhi persyaratan gramatikal dan persyaratan kewacanaan lainnya (kohesi dan koherensi). Kekohesian adalah keserasian hhubungan antar unsur yang ada. Wacana yang kohesif bisa menciptakan wacana yang koheren (wacana yang baik dan benar)

7.      B.H.Hoed
Wacana adalah suatu bangun teoritis yang bersifat abstrak. Wacana dikaji sebagai bangun teoritis yang memperlihatkan hubungan antara satu proposisi atau sejumlah proposisi dengan kerangka acuannya yang berupa konteks dan sittuasi. Dalam batasan tersebut, B.H.Hoed membedakan antara wacana yang bersifat abstrak dan termasuk dalam tataran langue dengan teks yang bersifat konkret (merupakan realisasi wacana) dan termasuk dalam tataran parole.

8.      Bambang Yudi Cahyono
Analisis wacana adalah ilmu yang mengkaji organisasi wacana di atas tingkat kalimat atau klausa. Wacana dibentuk dari satuan bahasa di atas klausa atau kalimat, baik lisan seperti percakapan maupun tulis seperti teks-teks tertulis.

9.      Norman Fairclough
Wacana adalah pemakaian bahasa tampak sebagai sebuah bentuk praktek sosial, dan analisis wacana adalah analisis mengenai bagaimana teks bekerja/berfungsi dalam praktek sosia-budaya. Dalam hal ini Fairclough memandang wacana sebagai bentuk praktek sosial yang terungkap melalui pemakaian bahasa. Dengan demikian analisis wacana berusaha menjelaskan bagaimana bahasa (teks) berfungsi mengungkapkan realitas sosial budaya. Aspek-aspek yang dikaji meliputi bentuk, struktur, dan organisasi teks mulai dari tataran yang terendah fonologi (fonem), gramatika (morfem, kata, frase, klausa, dan kalimat), leksikon (kosakata), sampai dengan tataran yang lebih tinggi seperti sistem pergantian percakapan, struktur argumentasi, dan jenis-jenis aktivitas.


10.  Gillian Brown dan George Yule
Analisis wacana adalah analisis atas bahasa yang digunakan. Analisis wacana bertitik tolak dari segi fungsi bahasa, artinya analisis wacana mengkaji untuk apa bahasa ittu digunakan. Di dalam analisisnya kedua ahli tersebut memfokuskan pada dua fungsi utama : (1) fungsi transaksional, yaitu fungsi bahasa unttuk mengungkapkan isi, dan (2) fungsi interaksional, yaitu fungsi bahasa yang terlibat dalam pengungkapan hubungan-hubungan sosial dan sikap-sikap pribadi.

11.  Michael Mc Carthy
Analisis wacana berkaitan dengan studi tentang hubungan antara bahasa dengan konteks dalam pemakaian bahasa. Analisis wacana mempelajari bahasa dalam pemakaian : semua jenis teks tetulis dan data lisan, dari percakapan sampai dengan bentuk-bentuk percakapan yang sangat melembaga. Analisis wacana mencakup studi tentang interaksi lisan atau tulis. Senada dengan Brown dan Yule, Carthy juga berpandangan bahwa analisis wacana menekankan pada hubungan antara bahasa dengan konteks dalam pemakaian bahasa, baik berkenaan dengan teks tertulis maupun data lisan.

12.  Malcolm Coulthard
Terlihat adanya perbedaan penggunaan istilah antara wacana lisan dengan teks tulisan, tetapi perbedaan tersebut tidak berlaku secara universal. Istilah teks lebih mengacu pada lisan, sedangkan istilah wacana lebih mengacu pada tulisan.

13.  Jusuf Syarif Badudu
Wacana adalah rentetan kalimat yang saling berkaitan, yang menghubungkan proposisi yang satu dengan proposisi yang lainnya, membentuk satu kesatuan, sehingga terbentuklah makna yang serasi di antara kalimat-kalimat itu. Wacana adalah kesatuan bahasa yang terlengkap dan tertinggi di atas kalimat atau klausa dengan kohesi dan koherensi tinggi yang berkesinambungan, yang mempunyai awal dan akhir yang nyata, disampaikan secara lisan atau tertulis.

14.  I. Praptomo Baryadi
Wacana adalah satuan bahasa terlengkap yang dinyatakan secara lisan seperti pidato, ceramah, kutbah, dan dialog, atau secara tertulis seperti cerpen, novel, buku, surat, dan dokumen tertulis, yang dilihat dari segi bentuk bersifat kohesif, saling terkait dan dari segi makna bersifat koheren, terpadu. 

PERKEMBANGAN MEDIA FILM

Perkembangan media film
- penakitoscope

Camera Obscura Keberadaan film baru muncul pada abad 19, dan kemunculannya berlangsung secara stafet melaui serangkaian proses teknik yang mendahului. Teknik pendahulu tersebut adalah teknik pemotretan dan proyeksi. Teknik pemotretan diawali pada tahun 1500, ketika Leonardo da Vinci menemukan sebuah alat pemotret yang disebut dengan Camera obscura. Penemuan dalam pemotretan terus berkembang ketika Joseph Nipcchere Niepce berhasil membuat alat potret yang mampu menangkap objek dalam waktu relatif singkat.

- Penemuan susulan kemudian ditemukan pada tahun 1832 oleh Plateu yang menemukan alat penakitoscope. Alat tersebut berupa dua piringan yang terdiri dari gambar/lukisan yang menunujukan runtutan gerakan dengan piringan hitam yang berlobang. Jika diputar dalam satu sumbu maka gambar akan terlihat bergerak.

Tahun 1834. W.G Horner menemukan alat yang dikenal dengan Zoettrope. Alat ini berupa drum kecil yang berlobang disetiap sisinya. Didalam drum ditempel gambar tangan yang apabila diputar juga menghasilkan gambar yang bergerak.

- Disisi lain tahun 1877 Emile Reynaud mengenalkan alat yang disebut Praxinoscope. Alat ini mirip sekali dengan Zoettrope, Namun ditengah drum diberi kaca prisma sehingga efek gambar yang terlihat semakin dramatis. Alat ini kemudian menjadi populer dan Reynaud mulai mem-bisniskan alat penemuannya tersebut dalam bentuk teater hiburan.

Pada tahun 1888, Thomas Alfa Edison berkerjasama dengan W.K.L Dickson menghasilkan alat proyeksi film yang disebut dengan kinetoscope. Penemuan ini didasarkan pada keinginan dari Edison untuk membuat media yang diperuntukkan dinikmati oleh mata dan telinga setelah penemuannya berupa phonograph.
Pada waktu yang hampir bersamaan sekitar tahun 1895, dua bersaudara Lumiere bersaudara dari Perancis membuat cinematographe. Keduanya berhasil membuat alat untuk mengabadikan serentetan potret objek yang bergerak. Disamping itu Paul dari Inggris menemukan Vitascope, dan dua saudara dari Jerman Skladanowski dari Jerman berhasil menemukan alat proyeksi yang disebut Bioscope.

Adanya penemuan-penemuan baru tersebut maka sekitar tahun 1895 kota-besar seperti New York, London, Paris dan Berlin mulai memutar pertunjukan film. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penemuan film hingga dapat menjadi apa yang disebut sebagaai cinematografi adalah berlangsung dari tahun 1822 hingga 1895.

Pada periode permulaan film, film yang diputar masih pendek dan berupa film bisu (silent movie) umumnya ditumpangkan pada acara sandiwara vaudeville . Film yang diputarpun tidak berisi cerita tetapi cenderung hanya bersifat dokumenter yang mempertunjukkan tentara berbaris, kereta api yang sedang berjalan dan sebagainya. Meskipun begitu penonton tetap takjub dibuatnya.

- Sekitar tahun 1900, seorang Amerika bernama Marcus Loew melihat film dapat dijadikan sebagai sumber penghasilan, oleh karena itu Loew berusaha membuat pertunjukkan film dalam ruangan tersendiri, dengan penonton khususs dan dengan karcis khusus. Keberhasilaan Loew ini menyebabkan banyak eksperimen dibidang film untuk membuat film cerita. Adalah Edwin S Porter pada taahun 1903 berhasil membuat film cerita berjudul The Great Train Robbery. Meskipun hanyaa berdurasi 8 menit film ini diakui sebagi film cerita pertama di dunia

Film kedua setelah the train adalah film berjudul The Birth Of Nation yang dibuat tahun 1915 oleh David W Griffith. Film yang diputar ini sudah memiliki durasi selama 3 jam. Revolusi layar perak kemudiaan terjadi pada tahun 1927 yang ditandai dengan diputarnya film The Jazz Singer produksi Warner Bros Picture di Hollywood yang berupa film bicar untuk pertama kali. Teknologi yang menyatukan ssuaaraa dengan gambar pada pita film disebut dengan Vitaphone.

Selain menyatukan suara dengan gambar film, tahun 1923 banyak juga dilakukan percobaan pewarnaan film. Herbert kalmus salah satu orang yang menemukan teknik pewarnaan film yang disebut dengan Technicolour. Cara yang dilakukan masih sederhana yaitu dengan mewarnai film dengan berbagai spektrum warna yang bila disatukan akan menghasilkan film berwarna. Tahun 1935 muncul film yang berjudul Becky Sharp sebagai film pertama berwarna dengan teknik yang lebih sempurna.

Penemuan lain yang lebih mutakhir terjadi pada taahun 1952 dengan penemuan yang disebut dengan Cinema Scope buatan perusahaan film 20th Century Fox dan sistem inilah yang sampai sekarang tetap digunakan dalam pertunjukkan layar lebar.

PERKEMBANGAN MEDIA SATELIT

Perkembangan media satelit

- Keterbatasan radio adalah radio hanya memiliki jangkauan pancaran siaran yang pendek. Dalam era global seperti sekarang ini, hal ini menjadi kontradiktif. Karena beberapa masalah tersebut, tentu saja ada upaya untuk menanggulanginya. Untuk memperluas cakupan siaran radio harus membuat setinggi mungkin menara antena pemancar radio. Upaya ini mempunyai keuntungan, yaitu menara tersebut bisa dijadikan landmark bagi daerah tersebut, tetapi untuk mendirikan menara setinggi itu memiliki kendala selain mahal, juga tidak bisa dibuat setinggi mungkin (ratusan meter) karena memerlukan kabel penghubung antara antena dengan pemancar yang lebih panjang sehingga mengurangi daya transmisi. Menara pemancar radio juga tidak mungkin ditempatkan di daerah dataran tinggi, gunung misalnya. Tetap saja daya pancarnya masih terbatas.
Akhirnya terdapat media baru yang memiliki cakupan ke seluruh permukaan bumi. Media tersebut adalah internet. Untuk mendengarkan radio melalui internet mempunyai beberapa syarat yaitu ; harus memiliki jaringan telepon dan piranti lunak (software) untuk menjalankan content audio, seperti Real Player. Di Indonesia radio yang siaran langsung melalui internet adalah HardRock 87.6 FM Jakarta, Sonora 100.9 FM Jakarta, Prambors Rasisionia 102.3 FM Jakarta, Ardan 105.8 FM Bandung, OZ 103 FM Bandung, Mercury 96 FM Surabaya, Salvatore 97.75 FM Surabaya, SFM 104.75 FM Surabaya, RCTFM 100.9 FM Semarang dan lain-lain.

Mendengarkan radio melalui internet juga memiliki masalah yaitu kualitas suara yang tidak dapat konstan, karena tergantung oleh saluran telepon yang digunakan. Alternatif terakhir untuk saat ini adalah menggunakan satelit yang kedudukannya bisa diatur hingga memiliki peta cakupan yang paling ideal berdasarkan koordinat penempatan yang diberikan. Hampir sebagian bola dunia bisa dicakup, paling tidak mencakup daerah yang sangat luas dibandingkan gedung maupun gunung tertinggi sekalipun. Boleh dikata, di mana pun berada, baik di tengah-tengah samudera, di kegelapan hutan belantara, di puncak gunung yang terpencil hampir tidak ada masalah lagi. Memang masih ada kendala, yakni radio penerimanya (receiver) harus cukup sensitif. Selain itu biaya infrastrukturnya juga sangat mahal. Akan tetapi kualitas suara tidak diragukan lagi. Pionir untuk radio satelit ini dapat disebut WorldSpace. (Siaran radio satelit ini bertumpu pada teknologi digital dan satelit berkekuatan besar


Podcast
- Podcast berasal dari kata “Ipod” dan “Broadcast”. Ipod merupakan piranti pemutar digital keluaran Macintosh yang saat ini sedang populer. Podcast adalah merupakan siaran radio amatir yang setiap rang mampu melakukan siaran tanpa ijin, tanpa studio dan tanpa menara. Siaran radio podcast ini merupakan siaran rekaman yang dirubah dalam bentuk MP3 (Moving pictures Expert Group audio layer 3) atau dalam bentuk file suara. Siaran yang sudah terekam akan di tempatkan di suatu situs sehingga para pendengar di seluruh dunia akan dapat mengambilnya (mendownload) untuk diputar di pemutar digital masing-masing.
Dengan teknologi ini maka siaran radio semakin simpel dalam proses produksinya dan tanpa ijin dari segi penyiarannya plus efektif dan efisien. Sementara dari segi pendengar maka siaran podcast ini dapat didengarkan tapa terikat ruang dan waktu (dalam pengertian tidak harus sinkron dengan siaran yang sedng dilakukan).

SILABUS PEMBELAJARAN.

SILABUS  PEMBELAJARAN


Nama Sekolah    :  SMAN 9 Kendari
Mata Pelajaran    : Bahasa Indonesia
Kelas            : X
Semester        : 2
Standar Kompetensi    : Berbicara
10. Mengungkapkan komentar terhadap informasi dari berbagai sumber.

Kompetensi
Dasar    Materi
Pembelajaran    Nilai Budaya Dan Karakter Bangsa    Kegiatan Pembelajaran    Indikator Pencapaian Kompetensi    Penilaian    Alokasi
Waktu    Sumber
Belajar
                           
10.1 Memberikan
kritik terhadap
informasi dari
media cetak
dan atau
elektronik    •    Artikel dalam media cetak atau internet yang menjadi bahan perdebatan umum(misalnya,kenaikan hargaBBM atau berita terorisme)
•    Kata kunci (saya kurang sependapat....,saya karena..., )untuk menyampaikan kritik atau dukungan terhadap suatu pendapat atau gagasan        Bersahabat/ komunikatif
•    Memberikan pendapat dalam kerja kelmpok di kelas  

•    Kreatif
•    Mengajukan suatu pikiran/ide pokok dari informasi media cetak yang dibaca
    Tatap Muka:
•    Membaca artikel tentang informasi di media cetak
•    Mendiskusikan persoalan yang menjadi perdebatan umum di masyarakat ( apa isunya, siapa yang memunculkan, kapan dimunculkan, apa yang menjadi latar belakang, dsb.)
•    Memberikan kritik dengan disertai alasan    •    Mendata informasi dari sebuah artikel dengan mencantumkan sumbernya
•    Merumuskan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum dimasyarakat (apa isunya, siapa yang memunculkan, kapan dimunculkan,  apa yang menjadi latarbelakangnya, dsb.)
•    Memberikan kritik dengan disertai  alas an    Jenis Penilaian:
•    Tes Tertulis
•    praktik
•    tugas kelompok

Bentuk Intrumen:
•    Performansi• format
•    pengamatan    2 X 45
menit    Artikel dari
media cetak/
internet
10.2 Memberikan
persetujuan/
dukungan
terhadap artikel
yang terdapat
dalam media
cetak dan atau
elektronik    •    Artikel dalam media cetak atau internet yang menjadi bahan perdebatan umum (misalnya,kenaikan hargaBBM atau berita terorisme)
•    Kata kunci (saya sependapat...karena..., ) untuk menyampaikan dukungan terhadap suatu pendapat atau gagasan    •    Bersahabat/ komunikatif
    Memberikan pendapat dalam kerja kelmpok di kelas  
•    Kreatif
    Menemukan sendiri  pokok persoalan yang  menjadi bahan perdebatan umum di masyarakat     •    Membaca artikel
•    Mendiskusikan pokok persoalan yang menjadi bahan perdebatan umum dimasyarakat (apa isunya, siapa yang memunculkan, kapan dimunculkan, apa yang menjadi latar belakangnya,dsb.)
•    Memberikan  persetujuan/dukungan dengan bukti pendukung (disertai dengan alasan)    •    Mendata informasi darisebuah artikel denganmencantumkansumbernya
•    Merumuskan pokok persoalan  yang menjadi bahan perdebatan umum di masyarakat (apa isunya, siapa yang memunculkan, kapan dimunculkan, apa yang menjadi latarbelakangnya, dsb.)
•    Memberikan persetujuan/dukungan dengan bukti pendukung (disertai dengan a las an)    Jenis Tagihan:
•    praktik
•    tugas kelompok

Bentuk Intrumen:
•    Performansi• format
•    pengamatan    2 X 45 Menit    Artikel dari
media cetak/
internet



rencana pelaksanaan pembelajaran

Rencana Pelaksanaan pembelajaran
                                           
Nama sekolah          : SMA 1kuli susu

Mata pelajaran     : bahasa indonesia
Kelas / semester     : x  /1

A.    Stadar kompetensi
Menulis
Mengungkapkan pikiran dan prasaan melalui kegiatan menulis puisi.
B.    Kompetensi dasar
Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
C.    Indikator
1.    Kognitif
a.    Produk
-    Mengidentifikasi puisi baru bedasarkan bait, irma, dan rima.
-    Membedakan bentuk puisi baru dan lama.
b.    Proses
-    Menuliskan pisi baru dengan memperhatikan  bait, irama, dan rima.
-    Menyuting puisi baru yang dibuat teman.
2.    Psikomotor
-    Mengembangkan pembacaan puisi dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
-    Menyuting puisi baru yang dibuat teman.
3.    Afektif
a.    Karakter
-    Bersahabat / komunikatif
-    Tanggung jawab
4.    Keterampilan sosial
-    Kepemimpinan
D.    Tujuan pembelajaran
1.    Kognitif
a.    Produk
-    Secara mandiri siswa mampu mengidentifikasi puisi baru berdasarkan bait, irama, dan rima, dengan LKS 1 : produk
-    Secara mandiri siswa dapat membedakan antara puisi baru dan lama. LKS 1 :produk
b.    Proses
Siswa diberikan lembar kerja yang berisi teks tulisan yang terdapat dalam LKS 2 : prose, selanjutnya, siswa dihapkan dapat :
-    Menuliskan puisi baru  memperhatikan bait, irama, dan rima.
-    Menyuting puisi baru yang di buat teman.
2.    Psikomotor
Setelah mempelajari dan berlati menguasai hasil pencapaiyan tujuan proses di atas, siswa secara mandiri diharapkan dapat :
-    Mengembangkan pembacaan puisi  dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
-    Menyuting puisi baru yang di buat teman.
3.    Afektif
a.    karakter
Dengan arahan bimbingan, dan motifasi yang diberikan oleh guru, siswa di harapkan terlibat langsung secara aktif dan produktif baik dalam proses pembelajaran  di kelas pada umumnya maupun dalam pelaksanaan tugas kelompok  dan tugas mandiri pada khususnya dengan memperhatikan kemajuan berprilaku positif dengan karakter yang meliputi tanggung jawab, ingin tahu, jujur, kreatif, kritis, disiplin, serta bersahabat dan komunikatif.
b.    Keterampilan sosial
Melalui arahan, motifasi dan strategi pembelajaran yang ditetapkan oleh guru di kelas siswa di harapkan dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran di kelas dengan menujukan kemajuan kecakapan sosial yang meliputi inisiatif dalam {kerjasama} kelompok, berbahasa santun dan komunikatif dalam berbicara, dan partisipasi dalam {kerjasama kelompok}.
c.    Materi pembelajaran
Conto puisi baru
-    Ciri-ciri puisi baru
-    Bait
-    Rima
-    Irama
d.    Model dan metode pembelajaran
1.    Pendekatan                      : kontekstual
2.    Model pembelajaran      : kooperatif tipe STAD
3.    Metode                             : tanya jawa, pemodelan, diskusi, dan unjuk kerja.
e.    Bahan / media
1.    Contoh puisi baru
2.    Buku kumpulan puisi lama / internet media massa
3.    Lembar kerja siswa {LKS}
f.    Alat
1.    Spidol
2.    Format evaluasi
3.    Pedoman penilaiyan dan penskoran





Selasa, 29 Mei 2012

CIRI TUMBUHAN DAN HEWAN

PERSAMAAN CIRI CIRI TUMBUHAN DAN HEWAN

1.    TOKEK dan CICAK
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya memiliki kaki perekat

2.    BUNGLON dan BELALANG DAUN
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya Memiliki kemampuan mengubah warnah kulit sesuai daerah yang ditempatinya (mimikri/kamuflase)

3.    LADAK SEMUT dan CICAK
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya Memiliki lidah yang panjang dan lengket untuk menangkap mangsa

4.    KELELAWAR dan BURUNG HANTU
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya Memiliki kemampuan berekolokasi

5.    KANTUNG SEMAR dan BUNGA
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya Memiliki nectar untuk memikat serangga

6.    KAKTUS dan UNTA
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya mampu menyimpan persediaan air dalam tubuhnya
-    keduanya termaksud MH yang dapat tumbuh pada daerah gersang

7.    POHON BAKAU dan PANDAN
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya memiliki akar tunjang

8.    VENUS dan KANTUNG SEMAR
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya membutuhkan nitrogen yang diperoleh dari serangga


9.    KELELAWAR  dan LUMBA-LUMBA
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya memiliki kemampuan berekolokasi

10.    BUNGA BANGKAI dan RAFFLESIA
Ciri khusus yang sama :
-    Keduanya mengeluarkan bau busuk untuk menarik serangga

11.    TERATAI dan ENCENG KONDOK
 Ciri khusus yang sama :
-    Kedunya memiliki daun lebar dan tipis untuk memperbesar penguapan air dari tubuhnya

12.    VENUS dan DAUN KEJORA
Ciri khusus yang sama
-    Keduanya memiliki daun yang berbulu dan berensel

KELOMPOK HEWAN BERDASARKAN PERSAMAAN CIRI-CIRI
a.      Kelompok hewan reptile = buaya, kadal, ular, iguana, bunglon, biawak, komodo, kura-kura, penyu  dan cacing
b.      Kelompok hewan mamalia= sapi, anjing, kucing, mamalia, ikan paus, lumba-lumba monyet dll.
c.       Kelompok hewan pisces= semua jenis ikan hiu,paus dan lumba-lumba
d.      Kelompok aves =itik, ayam, merpati dll.
e.       Kelompok hewan amfibi= katak, kepiting
f.       Kelompok hewan bersel satu=amuba, paramecium
g.      Kelompok hewan lunak=cumi-cumi, kerang siput

urutannama pacarHobby PacarHobby Pacarketerangan
pertamaitablbl
keduakeduaMitabegadang
ketigaMianonton film perangnonton film perang
keempatTamiTidurTidur
keempatTamiTidur
keempatTamiTidur
kelimalolamakan